ROYAL HADIR DENGAN FORMASI BARU...

Percetakan adalah salah satu jenis usaha yang prospek untuk dijalani. Namun untuk menjalani usaha percetakan, sangat disarankan untuk menguasai software dibidang desain, umumnya dipakai berasal dari keluarga adobe dan corel. 
Desain menjadi faktor yang sangat penting dalam memberikan pelayanan percetakan yang berkualitas. Ibaratnya, percetakan adalah jasad dan desain adalah ruhnya. Seperti sepasang sepatu, ketika ada yang hilang maka yang lainnya akan jadi jomblo hehe…

Ada satu hal yang menarik bahwa dalam bahasa inggris, kata percetakan hanya memiliki padanan kata dengan printing. Padahal dunia percetakan memiliki ruang lingkup yang lebih luas dari sekedar printing.

Kata printing lebih berkonotasi pada usaha percetakan yang melibatkan teknologi digital, dalam hal ini adalah printer. Yang tentunya penggunaannya hanya terbatas pada media kertas saja. Namun belakangan ini telah muncul istilah digital printing yang lebih diarahkan pada penggunaan mesin-mesin plotter yang mampu mencetak diatas bahan vynil, sticker, dll serta mesin laser yang terbatas pada pencetakan diatas kertas dengan ukuran maksimal A3 plus (32 x 48 cm).
Sebenarnya dunia percetakan melingkupi berbagai macam usaha, mulai dari pembuatan stempel, brosur, poster, spanduk, banner, kalender, undangan, buku, nota/faktur, merchandise (pin, gantungan kunci, dll), stiker, plakat, sablon (sablon baju, tas, pulpen, plastik), ID card, kemasan bahkan periklanan seperti neon box atau reklame. Sekarang teknologi printing telah memungkinkan untuk mencetak langsung diatas bahan kayu, logam, akrilik, kain baju (DTG/Direct To Garment).

Oleh karena itu, karena luasnya ruang lingkup dunia percetakan maka biasanya banyak percetakan yang mengambil spesialisasi bidang tertentu. Misalnya percetakan spesialis kalender, spesialis plakat, spesialis stempel, spesialis digital printing, spesialis undangan dan lain-lain. Penggunaan istilah spesialis juga tidak menutup pintu rezeki dari orderan dibidang lain.
Untuk pencetakan dengan media kertas, umumnya dikenal dengan 2 cara yakni dengan menggunakan mesin digital printing atau mesin laser dan yang kedua menggunakan mesin offset. 
Cetak offset (berasal dari kata set-off, peralihan) adalah teknik cetak yang banyak digunakan, di mana gambar ditransfer terlebih dahulu dari plat ke lembaran karet, lalu ke permukaan yang akan dicetak. Jadi tinta cetak tidak langsung ditransfer ke bahan, tetapi melalui media perantara (blanket), yaitu alat berupa silinder roll yang berbahan karet/teflon. Jadi alur kerjanya mulai dari tempat tinta – plat cetak – blanket – kertas.
Metode digital printing dan offset memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dalam hal pencetakan dengan media kertas. Jadi penggunaannya tergantung situasi dan kondisi pesanan.
Digital printing lebih cocok untuk melayani orderan yang jumlahnya sedikit dan bersifat cepat, darurat atau biasanya kami pakai istilah order siaga 1 hehe.. Namun kekurangan metode ini terletak pada mahalnya ongkos yang harus dibayar oleh pemesan, walaupun kata “mahal” sebenarnya relatif bagi setiap orang. Disamping itu Digital printing memiliki keterbatasan dalam aspek ukuran cetak. Biasanya ukuran maksimal kertas yang mampu dicetak yaitu 32 x 48 cm, dengan ukuran gambar maksimal 31,5 x 47,5 cm.
Pencetakan untuk mesin offset sangat cocok untuk pesanan dalam jumlah banyak, biasanya minimal 1.000 lembar dan biaya produksi cenderung murah serta ukuran cetak yang lebih besar. Namun mesin offset akan susah melayani pemesanan yang waktunya singkat karena mesin offset mencetak dengan cara mencetak masing-masing warna dasar.
Sebelumnya kita harus ketahui bahwa setiap gambar memiliki 4 (empat) warna dasar, dikenal dengan istilah CMYK; cyan, magenta, yellow, black. Lebih sederhananya bisa kita liat pada tabung infus warna printer yang lazim dipasaran. Nah mesin offset akan mencetak setiap warna dasar, sehingga ada istilah mesin offset 1 warna, 2 warna, 3 warna dan 4 warna. Penyatuan warna dasar inilah yang membentuk gambar berwarna (full colour)
Dalam sisi kualitas warna, antara kedua metode ini sebenarnya sama walaupun teknologi digital printing memiliki konsistensi warna yang sangat bagus. Sedangkan mesin offset akan menghasilkan warna yang presisi ketika operatornya memiliki pengalaman mumpuni yang didapat setelah kerja selama bertahun-tahun.
Demikian serba serbi dunia percetakan part 1, Insya Allah akan disambung berikutnya Serba Serbi Dunia Percetakan Part 2. Sengaja dibuat dalam beberapa episode karena luasnya pembahasan tentang dunia percetakan.

Komentar

Postingan Populer